harga kamera (05/06) CANON 1000d+ lens 18 55mm is 5,325,000; CANON 450D bo 6,295,000; CANON 450d + 18-55is 7,075,000; CANON 500d + 18-55is 9,095,000; CANON 50D bo 10,595,000; CANON 50D + lens 18-55mm is 11,835,000; CANON 50D + lens 17-85mm is 14,495,000; CANON 50D + lens 18-200mm is 15,695,000; CANON 5D MK II bo 27,550,000; CANON 5D MK II + lens 24-105mm 37,935,000; NIKON D60 bo 5,495,000; NIKON D60+lensa 18-55mm 6,235,000; NIKON D60+lensa 18-55mm VR 7,195,000; NIKON D90 bo 11,225,000; NIKON D90+lesa 18-105mm VR 14,775,000; NIKON D300 bo 17,345,000; NIKON D700 bo 27,950,000; NIKON D3 bo 42,475,000; NIKON D3x bo 92,750,000;OLYMPUS E420+14-42mm+40-150mm+2g Ultra II 6,295,000; OLYMPUS E510 + 14-42 + 40-150 +2g Ultra II 7,575,000; OLYMPUS E520 + 14-42mm + 2g ultra II 7,095,000; OLYMPUS E520 + 14-42mm+40-150mm+2g Ultra II 7,935,000; OLYMPUS E3 + HLD 4 Power Batt 15,175,000; PENTAX KM + lens 18-55mm 6,975,000; PENTAX KM + lens 18-55mm + 50-200mm 8,395,000; PENTAX K200D + lensa 18-55mm + 2g 7,990,000; PENTAX K-20 D + lensa 18-55mm+1giga13,975,000;SONY Alpha 200+lens 18-70mm 4,995,000; SONY Alpha A200+lens 18-70mm+75-300mm 7,635,000; SONY Alpha 300 + lens 18-70mm 6,575,000; SONY Alpha 300 + lens 18-70mm+ 55-200mm 8,585,000; SONY Alpha 350 bo 7,935,000; SONY Alpha 350 + lens 18-70mm 8,735,000; SONY Alpha 350 + lens 18-70mm+ 55-200mm 10,935,000; SONY A 700 BO 12,945,000; SONY A700 + 18-70mm 13,625,000; SONY A900 bo 34,450,000
Showing posts with label Tutorial. Show all posts
Showing posts with label Tutorial. Show all posts

6.05.2009

teknik dan pengetahuan dasar fotografi untuk pemula

Bagi para penggemar fotografi pemula atau yang lebih dikenal dengan sebutan new entry, dunia foto grafi mungkin merupakan suatu dunia baru yang cukup rumit. Kerumitan dalam dunia fotografi dimulai dari berbagai istilah yang tidak mengerti orang awam sampai dengan aturan-aturan komposisi. Dalam postingan kami kali ini, kami mencoba memberi tutorial sederhana tentang dasar pemahaman kamera dan teknik dasar fotografi untuk membantu para fotografer pemula yang baru mencoba dunia cahaya ini.


Fotografi itu apa?



Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Foto ( Cahaya ) dan Graphia ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar.




Kamera SLR?



Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik ( viewfinder ) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.
Seperti dibahas terdahulu, fotgrafi berkaitan erat dengan cahaya, maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed ( Kecepatan Rana ) dan Aperture ( Diafragma ).

shutter speed itu apa?



Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.




Kalau aperture apa?



Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf F dan dengan satuan sebagai berikut:
f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...Image and video hosting by tpub
Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa ( f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0 ).

kesimpulannya adalah aperture ibarat besarnya bukaan keran air, dan shutter speed merupakan lama waktu keran itu dibuka, dan airnya adalah cahaya. jadi berapa banyak cahaya yang masuk ke dalam sensor itu ditentukan oleh bukaan aperture serta kecepatan rana.



Mengenal Mode pada DSLR

Mode DSLR



mode pada kamera DSLR cukup variatif,tergantung pada model dan merk kameranya, namun secara keseluruhan, mode yang ada pada kamera DSLR adalah:
M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.


A= Aperture Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.


S= Shutter Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.


P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.


Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal "jepret" saja.


Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.

M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.


A= Aperture Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.


S= Shutter Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.


P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.


Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal "jepret" saja.


Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.


Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.


Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.


Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.


Night Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan pada malam hari.


Night Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto portrait malam hari atau cahaya redup.


Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.


Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.


Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.


Night Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan pada malam hari.


Night Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto portrait malam hari atau cahaya redup.



selanjutnya kita akan beralih ke pada teknik dasar serta kompsisi dalam fotografi:
1. Depth of field

Deep Of Field/ D.O.F



Depth of field atau sering disingkat menjadi DOF merupakan salah satu teknik fotgrafi yang paling dasar. Setiap foto memiliki kedalaman ( depth ) yang terbagi atas foreground ( depan ) dan background ( belakang ). Fokus pada lensa kamera dapat dikendalikan atau diarahkan pada objek tertentu. Pengendalian Depth of Field berguna untuk membatasi fokus pada foto dan lebih memberi kesan hidup pada foto.
Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada foreground:

foto 1



Photobucket

Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada background:

Foto 2:



Photobucket Uploader Firefox Extension

Contoh berikut menunjukan foto DOF panjang / dalam, dengan fokus pada foreground dan background:

Foto 3



Photobucket Uploader Firefox Extension




2. Freeze

Freeze



Setelah memahami DOF yang berkaitan dengan aperture, kali ini akan dijelaskan tentang freeze, dimana sangat berkaitan erat dengan shutter speed. Foto freeze bertujuan untuk mengabadikan suatu moment dengan gerakan cepat sehingga dapat tertangkap oleh kamera sebagai gambar diam, seperti foto tetesan air, ledakan, atau foto ketika orang sedang melompat dan lain sebagainya. Yang paling utama dalam mendapatkan foto freeze adalah mengatur shutter speed secepat mungkin ( misal 1/500 detik, 1/1000 detik, hingga 1/8000 detik ). Karena tuntutan shutter speed yang cepat, maka tentunya cahaya yang dibutuhkan sangat banyak, maka dari itu biasanya foto freeze amatir lebih banyak dilakukan di ruang terbuka pada siang hari dimana cahaya matahari bersinar terang. Bukan tidak mungkin untuk memperoleh foto freeze pada malam hari atau cahaya yang minim, namun peralatan pendukung mutlak diperlukan seperti flash atau bahkan lampu studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula.

Berikut contoh foto freeze:

freeze dengan bantuan flash



Photobucket Uploader Firefox Extension




Freeze di outdoor (Matahari)



Photobucket Uploader Firefox Extension




3. Movement

Movement



Bertentangan dengan foto freeze, foto movement bertujuan memperlihatkan pergerakan objek dengan shutter speed yang rendah, sehingga pergerakan objek dapat tampak pada hasil foto. Shutter speed yang digunakan cenderung rendah agar pergerakan objek dapat terekam ( misal 1/5 detik, 1 detik, dst ), namun yang patut diperhatikan adalah kamera harus tetap dalam posisi statis agar background daripada objek tetap fokus walaupun shutter speed lambat.

Berikut contoh foto movement:

foto 1:



Photobucket


foto 2:



Photobucket




4.Panning

Panning



Mirip dengan metode foto movement, namun dalam foto panning gerakan objek lebih ditampilkan melalui background yang bergerak. Prinsip dasar foto panning sama dengan foto movement, hanya saja pada saat pemotretan, kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak.
Contoh foto panning:

foto 1:



Photobucket Uploader Firefox Extension

Cara foto panning:
Bidik sasaran bergerak ( pada umumnya mobil ), tekan tombol shutter 1/2 agar fokus mengunci objek, gerakan kamera mengikuti objek seketat mungkin agar objek tetap fokus, sekiranya dirasa gerakan kamera sudah mengimbangi gerakan objek, tekan tombol shutter penuh dengan kamera yang tetap bergerak mengikuti objek.

5.Bulb

Bulb



Foto bulb dapat diperoleh melalui mode manual dengan mengatur shutter speed pada setting paling lambat ( BULB ), dimana shutter akan terus terbuka selama tombol ditekan dan akan menutup kembali pada saat tombol dilepas. Yang patut diperhatikan pada foto bulb adalah posisi kamera yang mutlak harus statis, maka gunakanlah tripod untuk menghasilkan foto bulb.
Contoh foto bulb pada lalu lintas kota malam hari:

Foto bulb 1



Photobucket Uploader Firefox Extension




Semoga informasi yang kami berikan dapat bermanfaat bagi para pembaca.

referensi: www.Kaskus.us (forum Fotografi)

Lanjut Gan..

5.31.2009

DryBox: Melindungi Kamera Anda dari Serangan Jamur

Satu resiko yang mengintai para pengguna kamera, namun jarang diperhatikan oleh para pengguna kamera adalah jamur. Kamera atau lensa yang terserang jamur akan menjadikan hasil foto seperti ditutupi kabut tipis.
Musim hujan dan udara dingin bisa menyebabkan kelembaban (humadity) meningkat loh.. ini yang menyebabkan lensa kita dapat ditumbuhi jamur. Bagi para penyayang kamera, kami ada saran yang dapat diikuti dalam menyimpan kamera agar tidak memelihara jamur di lensa kita, yaitu dengan DRY BOX!!
Image Source,Photobucket Uploader Firefox Extension
Dry box adalah kotak atau wadah yang telah dilengkapi dengan berbagai alat untuk menjaga dan megukur kelembaban. Dry box yang telah dilengkapi alat-alat seperti silica gel, dan hygrometer sebenarnya banyak dijual dipasaran. Namun harga yang ditawarkan juga cukup mahal(sekitar 360 ribu hingga jutaan rupiah). Maka kamerakemari akan menuntun para penyayang kamera untuk membuat dry box tanpa harus merogoh kocek anda dalam-dalam.
Ada beberapa hal yang perlu anda siapkan untuk membuat Dry Box murah meriah ini:


1. Kotak/wadah yang cukup untuk menampung kamera, lensa, serta peralatan fotografi anda lainnya. Untuk saya pribadi, saya menggunakan merk Tupperware, yang dikenal kedap udara. Namun anda dapat menggunakan merk lain seperti Biokips yang dijual di Ace Hardware. Yang terpenting adalah kotak yang anda gunakan mempunyai karet vakum agar udara tidak masuk. Harganya sekitar 100 ribu rupiah.

Gambar Wadah:



Photobucket Uploader Firefox Extension



2. Dehumdifier. Dehumdifier adalah alat untuk menyerap air dengan bahan dasar CaCL. Dehumdifier banyak dijual dipasaran dengan merk Bagus SerapAir. Harganya sekitar 20 ribu dan dapat di dapatkan di supermarket seperti Carefour atau Griya. Guna alat ini adalah meyerap air yang ada di sekitar tempat kamera.

Gambar dehumdifier



Photobucket Uploader Firefox Extension




3. Silica Gel. Silica gel merupakan butiran yang sering kita temukan di kotak sepatu, gunanya untuk menjaga kelembaban sekitar. Silica gel umumnya berwarna biru. Untuk satu paketnya dijual seharga 10 ribu rupiah. Silica gel dapat anda dapatkan di toko kimia atau apotek. Namun jika silica gel sudah berubah warna menjadi pink, maka artinya anda harus menggantinya dengan yang baru karena silica gel anda sudah menyerap kelembabab hingga tingkat maksimal. Jika anda merasa malas ke toko kimia untuk mengganti silica gel, maka saya sarankan untuk menggunakan siliga gel rechargeble seperti milik saya. Silica gel rechargeble ini dapat dibeli di Ace HardWare dengan harga 85 ribu rupiah.

gambar silica gel:



Photobucket Uploader Firefox Extension



4. Hygrometer. Alat ini merupakan alat pengukur kelembaban. Hygrometer digunakan untuk memonitor kelembaban dry box anda. Kelembaban yang dianjurkan adalah sekitar 30-50. Alat ini dapat anda temui di toko alat rumah sakit, seperti di toko sakura Bandung. Harga alat ini relatif mahal, yaitu sekitar 100 ribu rupiah. Namun itu sudah termasuk jam, dan thermometer.

gambar Hygrometer



Image Source,Photobucket Uploader Firefox Extension



5. Karet busa. Karet busa digunakan untuk melapisi kamera, lensa, dan peralatan lainnya agar tidak berbenturan.

gambar karet busa:



Photobucket Uploader Firefox Extension



Cara pembuatan:
Cara pembuatan dry box ini sangat mudah, yaitu tinggal memasukan semua alat ke dalam wadah, dan lapisi alat fotografi anda (kamera, lensa, dll) dengan karet busa sebelum dimasukan ke dalam drybox buatan anda.
Hasilnya, anda dapat melihat milik saya yang masih minus hygrometer.

Hasilnya:



Image Source,Photobucket Uploader Firefox Extension

Selamat mencoba.

Lanjut Gan..

5.30.2009

teknik dan pengetahuan dasar fotografi untuk pemula

Bagi para penggemar fotografi pemula atau yang lebih dikenal dengan sebutan new entry, dunia foto grafi mungkin merupakan suatu dunia baru yang cukup rumit. Kerumitan dalam dunia fotografi dimulai dari berbagai istilah yang tidak mengerti orang awam sampai dengan aturan-aturan komposisi. Dalam postingan kami kali ini, kami mencoba memberi tutorial sederhana tentang dasar pemahaman kamera dan teknik dasar fotografi untuk membantu para fotografer pemula yang baru mencoba dunia cahaya ini.


Fotografi itu apa?



Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Foto ( Cahaya ) dan Graphia ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar.




Kamera SLR?



Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik ( viewfinder ) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.
Seperti dibahas terdahulu, fotgrafi berkaitan erat dengan cahaya, maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed ( Kecepatan Rana ) dan Aperture ( Diafragma ).

shutter speed itu apa?



Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.




Kalau aperture apa?



Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf F dan dengan satuan sebagai berikut:
f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...Image and video hosting by tpub
Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa ( f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0 ).





Judul



isi spoiler



Lanjut Gan..